//
you're reading...
Bab II

Bab II


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
II.1. Konsep Pengetahuan (knowledge)
II.1.1. Pengertian Pengetahuan
Pengetahuan adalah hasil tahu dan ini terjadi setelah orang
melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu
(Notoatmojo, 2003 : 127). Pengetahuan adalah kesan didalam
pikiran manusia hasil dari penggunaan pancainderanya, yang
berbeda sekali dengan kepercayaan (Biliefs), Takhayul
(superstitions) dan penerangan – penerangan yang keliru
(misinfomations) (Sukanto. S, 1990 : 6).
Pengetahuan merupakan factor dominan yang sangat penting
untuk terbentuknya sikap dan perilaku seseorang atau over
behavior. Penerimaan sikap dan perilaku didasari oleh
pengetahuan, kesadaran dan sikap yang positip maka perilaku
tersebut akan bersifat langgeng (Notoatmojo, 1993)
Pengetahuan seseorang dapat diperoleh melalui pendidikan formal
maupun informal (WHO, 1992).
II.1.2. Tingkat Pengetahuan
Menurut Notoadmojo, S (2003 : 128) menyebutkan bahwa
pengetahuan memiliki 6 (enam) tingkatan, yaitu :
9
1. Tahu (Know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi
yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk kedalam
pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali
terhadap sesuatu yang spesifik dari seluruh badan yang
dipelajari. Oleh sebab itu tahu merupakan tingkat
pengetahuan yang paling rendah. Sedangkan kata kerja
yang mengukur tentang seseorang tahu tentang apa yang
dipelajari adalah : menyebutkan, menguraikan,
mendefinisikan, menyatakan dan sebagainya.
2. Memahami (comphrehension)
Memahami diartikan sebagai sesuatu kemampuan
menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui
dan dapat menginterprestasikan mareti secara benar. Orang
yang telah paham terhadap obyek atau materi harus dapat
menjelaskan, menyebutlan contoh, menyimpulkan,
meramalkan dan sebagainya terhadap obyek yang
dipelajarinya.
3. Aplikasi (Aplication)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk
menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau
kondisi riil (nyata). Aplikasi dapat pula diartikan
penggunaan hokum – hokum, rumus, metode, prinsip
dalam konteks yang lain. Misalnya dapat menggunakan
10
rumus statistic dalam perhitungan hasil penelitian, dapat
menggunakan prinsip – prinsip siklus pemecahan masalah
(problem solving) dalam pemecahan masalah kesehatan
dari kasus yang diberikan.
4. Analisis (analysis)
Analisis adalah kemampuan untuk menjabarkan materi
atau suatu obyek kedalam komponen – komponen, tetapi
masih diluar suatu stuktur organisasi tersebut dan masih
ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini
dapat dilihat dati penggunaan kata kerja, dapat
menggambarkan (membuat bagan), membedakan,
memisahkan, mengelompokkan dan sebagainya.
5. Sintesis (synthesis)
Sintesis menunjukkan pada suatu kemampuan untuk
meletakan atau menghubungkan bagia – bagian dalam
suatu bentuk keseluruhan yang baru. Atau kemampuan
untuk menyusun formulasi yang baru dari formulasi –
formulasi yang ada. Misalnya : dapat menyusun,
merencanakan, meringkas, menyesuaikan terhadap suatu
teori atau rumusan – rumusan yang telah ada.
6. Evaluasi (evaluation)
Evaluasi ini dapat diartikan dengan kemampuan untuk
melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi
atau obyek berdasarkan criteria yang ditentukan.
11
Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan
wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi
materi yang ingin diukur dalam subyek penelitian atau
responden.(Notoatmodjo, S, 2003)
II.1.3. Faktor – factor yang mempengaruhi pengetahuan
II.1.3.1. Umur
Menurut Singgih D. Gunarso (1990)
mengemukakan bahwa makin tua umur seseorang maka
proses – proses perkembangan mentalnya bertambah baik,
akan tetapi pada umur tertentu bertambahnya proses
perkembangan ini tidak secepat ketika berusia belasan
tahun. Selain itu Abu Ahmadi (1997) juga mengemukakan
bahwa memori atau daya ingat seseorang itu salah satunya
dipengaruhi oleh umur. Dari uraian ini dapat disimpulkan
bahwa dengan bertambahnya umur seseorang dapat
berpengaruh pada bertambahnya pengetahuan yang
diperoleh, tetapi pada umur – umur tertentu atau menjelang
usia lanjut kemampuan penerimaan atau pengingatan suatu
pengetahuan akan berkurang.
II.1.3.2. Intelegensi
Intelegensi diartikan sebagai suatu kemampuan untuk
belajar dan berfikir abstrak guna menyesuaikan diri secara
mental dan situasi yang baru. Intelegensi merupakan salah
12
satu factor yang mempengaruhi hasil dari proses belajar.
Intelegensi bagi seseorang merupakan salah satu modal
untuk berfikir dan mengelola informasi secara terarah
sehingga ia mampu menguasai lingkungan (Sunaryo,
2003). Dengan demiian dapat disimpulkan bahwa
perbedaan intelegensi seseorang akan berpengaruh
terhadap tingkat pengetahuan.
II.1.3.3. Pendidikan
Menurut Notoatmojo (1993), pendidikan adalah suatu
kegiatan atau proses pembelajaran untuk meningkatkan
kemampuan tertentu sehingga sasaran pendidikan itu dapat
berdiri sendiri. Menurut Wiet Hary dalam Notoatmojo
(1993) menyebutkan bahwa tingkat pendidikan turut pula
menentukan mudah tidaknya seseorang menyerap dan
memahami pengetahuan yang mereka peroleh pada
umumnya, semakin tinggi pengetahuan seseorang maka
semakin baik pula pengetahuannya. Menurut Azhar (2000),
pengetahuan akan menimbulkan sikap positif maupun
negative terhadap suatu obyek sikap.
II.1.3.4. Pengalaman
Pengalaman merupakan guru yang terbaik (experient
is the best teacher), pepatah tersebut bisa diartikan
bahwa pemngalaman merupakan sumber pengetahuan,
atau pengalaman itu merupakan suatu cara untuk
13
memperoleh suatu kebenaran pengetahuan. Oleh sebab itu
pengalaman pribadipun dapat dijadikan sebagai upaya
untuk memperoleh pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan
cara mengulang kembali pengetahuan yang diperoleh
dalam memecahkan persoalan yang dihadapi pada masa
lalu (Notoatmojo, 1993 : 13).
II.1.3.5. Informasi
Menurut Wied Hary A dalam Notoatmojo (1993)
informasi akan memberikan pengaruh pada pengetahuan
seseorang. Meskipun seseorang mempunyai pendidikan
yang rendah tetapi ia mendapatkan informasi yang baik
dari berbagai media misalnya televiv, radio atau surat
kabat. Maka pengetahuannya akan dapat lebih baik.
II.1.3.6. Lingkungan
Lingkungan merupakan salah satu factor yang
mempengaruhi pengetahuan seseorang. Lingkungan
memberikan pengaruh social pertama bagi seseorang,
dimana dapat mempelajari hal – hal yang buruk tergantung
pada sifat kelompoknya. Dalam lingkungan seseorang akan
memperoleh pengalaman yang berpengaruh pada cara
berfikir seseorang (Nasution, 1983).
II.1.3.7. Sosial budaya
Sosial Budaya mempunyai pengaruh pada
pengetahuan seseorang. Seseorang memperoleh
14
kebudayaan dalam hubungannya dengan orang lain,
kasrena hubungan ini seseorang mengalami proses belajar
dan memperoleh suatu pengetahuan.
II.2. Karakteristik Ibu Hamil
II.2.1. Umur
Adalah usia individu yang terhitung mulai saat dilahirkan
sampai saat beberapa tahun. Semakin cukup umur tingkat
kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam
berfikir dan bekerja dari segi kepercayaan masyarakat yang lebih
dewasa akan lebih percaya dari pada orang belum cukup tinggi
kedewasaannya. Hal ini sebagai akibat dari pengalaman jiwa
(Nursalam, 2001).
II.2.2. Pendidikan
Tingkat pendidikan berarti bimbingan yang diberikan oleh
seseorang terhadap perkembangan orang lain menuju ke arah
suatu cita-cita tertentu. (Sarwono, 1992, yang dikutip Nursalam,
2001). Pendidikan adalah salah satu usaha untuk mengembangkan
kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan
berlangsung seumur hidup. (Notoatmodjo, 1993). Pendidikan
mempengaruhi proses belajar, menurut IB Marta (1997), makin
tinggi pendidikan seseorang makin mudah orang tersebut untuk
menerima informasi. Pendidikan diklasifikasikan menjadi :
15
1. Pendidikan tinggi : Akademi / PT
2. Pendidikan sedang : SLTP / SLTA
3. Pendidikan rendah : SD / tidak sekolah
Dengan pendidikan tinggi maka seseorang akan
cenderung untuk mendapatkan informasi baik dari orang lain
maupun dari media masa. Sebaliknya tingkat pendidikan yang
kurang akan menghambat perkembangan dan sikap seseorang
terhadap nilai-nilai yang baru diperkenalkan
(Koentjaraningrat, 1997, dikutip Nursalam, 2001).
Ketidaktahuan dapat disebabkan karena pendidikan yang
rendah, seseorang dengan tingkat pendidikan yang terlalu
rendah akan sulit menerima pesan, pencerna pesan dan
informasi yang disampaikan (Effendi, 1998).
II.2.3. Pekerjaan
Pekerjaan adalah sesuatu yang dikerjakan untuk
mendapatkan nafkah atau pencaharian. Masyarakat yang sibuk
dengan kegiatan atau pekerjaan sehari-hari akan memiliki waktu
yang lebih sedikit untuk memperoleh informasi (Depkes RI,
1996). Dengan adanya pekerjaan seseorang akan memerlukan
banyak waktu dan memerlukan perhatian. Masyarakat yang sibuk
hanya memiliki sedikit waktu untuk memperoleh informasi,
sehingga pengetahuan yang mereka peroleh kemungkinan juga
berkurang (Notoatmodjo, 1997).
16
Pekerjaan diklasifikasikan menjadi :
1. Bekerja : buruh, tani, swasta dan PNS
2. Tidak bekerja
II.2.4. Paritas
Paritas adalah hasil reproduksi dari seorang wanita yang
dimanifestasikan oleh banyaknya anak yang dilahirkan hidup
selama masa reproduksi, yaitu umur 15-49 tahun (United Nations,
1959:1). Tanda-tanda bayi lahir hidup antara lain adanya gerakan
badan, bernapas, dan denyut jantung, menjadi amat penting dalam
pengukuran paritas karena peristiwa lahir mati (still birth) tidak
diperhitungkan sebagai suatu peristiwa kelahiran.
Istilah yang erat kaitannya dengan paritas adalah fekunditas
(fecundity). Fekunditas sering diterjemahkan dengan “kesuburan”
merupakan lawan dari kata sterilitas. Fekunditas adalah
kemampuan fisiologis seorang wanita untuk menghasilkan anak
lahir hidup (Hatmadji, 1981: 57). Seorang wanita yang secara
fisiologis subur (fecund) tidak selalu mampu melahirkan anak
hidup. Ketidakmampuan tersebut dapat karena faktor yang
disengaja maupun tidak disengaja. Kemampuan fisiologis seorang
wanita untuk melahirkan tidaklah mudah diukur, karena itu dapat
dipahami kalau para ahli demografi dan kependudukan membatasi
diri melalukan pengukuran paritas terhadap kelahiran hidup saja
(Shryorck, 1976:273).
17
Data tentang paritas penduduk dapat diperoleh melalui tiga
sumber data, yaitu registrasi vital, sensus penduduk dan penelitian.
Data dari sumber registrasi vital pada umumnya memiliki banyak
kelemahan. Sumber data sensus penduduk pada umumnya dapat
menyediakan data lebih lengkap dan akurat. Kelemahan yang sering
dijumpai dalam sensus penduduk adalah: (1) kematian bayi yang
terjadi beberapa saat setelah dilahirkan dilaporkan sebagai lahir
mati, (2) adanya kecenderungan melaporkan jumlah kematian anak
lebih kecil dari yang sebenarnya, karena ada perasaan malu, dan (3)
faktor memory lapse, terutama pada wanita usia tua. Sumber data
hasil penelitian biasanya menyediakan data yang terkait dengan
paritas lebih lengkap dibandingkan dengan sumber data lainnya. Hal
ini dapat dipahami karena instrumen pengumpul data dapat
disiapkan dengan lebih seksama dan relevan dengan tujuan
penelitian.
II.2.5. Sumber Informasi
Yang dimaksud dengan sumber informasi dalam media
pendidikan kesehatan pada hakekatnya adalah alat bantu
pendidikan. Disebut media pendidikan karena alat-alat tersebut
merupakan alat saluran (channel) untuk menyampaikan kesehatan
karena alat-alat tersebut digunakan untuk mempermudah
penerimaan pesan-pesan kesehatan bagi masyarakat atau klien.
18
Berdasarkan fungsinya sebagai penyaluran pesan-pesan kesehatan
(media), media ini dibagi menjadi 3, yakni :
1. Media cetak
Media cetak sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan
kesehatan sangat bervariasi antara lain :
a. Booklet ialah suatu media untuk menyampaikan pesanpesan
kesehatan dalam bentuk buku, baik tulisan
maupun gambar.
b. Leaflet ialah bentuk penyampaian informasi atau pesanpesan
kesehatan melalui lembaran yang dilipat. Isi
informasi dapat dalam bentuk kalimat maupun gambar,
atau kombinasi.
c. Flyer (selebaran) ialah seperti leaflet tetapi tidak dalam
bentuk lipatan.
d. Flip chart (lembar balik) ialah media penyampaian
pesan atau informasi-informasi kesehatan dalam bentuk
lembar balik. Biasanya dalam bentuk buku dimana tiap
lembar (halaman) berisi gambar peragaan dan
dibaliknya berisi kalimat sebagai pesan atau infomasi
berkaitan dengan gambar tersebut.
e. Rubrik atau tulisan-tulisan pada surat kabar atau majalah
mengenai bahasan suatu masalah kesehatan atau hal-hal
yang berkaitan dengan kesehatan.
19
f. Poster ialah bentuk media cetak berisi pesan-pesan /
informasi kesehatan yang biasanya ditempel di temboktembok,
di tempat-tempat umum, atau di kendaraan
umum.
g. Foto yang mengungkapkan informasi-informasi
kesehatan.
2. Media elektronik
Media elektronik sebagai sasaran untuk menyampaikan
pesan-pesan atau informasi-informasi kesehatan, jenisnya
berbeda-beda antara lain :
a. Televisi; yaitu penyampaian pesan atau informasiinformasi
kesehatan melalui media televisi dapat
dalam bentuk sandiwara, sinetron, forum diskusi atau
tanya jawab sekitar masalah kesehatan, pidato
(ceramah), TV spot, quiz atau cerdas cermat, dan
sebagainya.
b. Radio; yitu penyampaian informasi atau pesan-pesan
kesehatan melalui radio juga dapat berbentuk macammacam
antara lain obrolan (tanya jawab), sandiwara
radio, ceramah, radio spot, dan sebagainya.
c. Video; yaitu penyampaian informasi atau pesan-pesan
kesehatan dapat melalui video.
20
d. Slide; yaitu penyampaian slide juga dapat digunakan
untuk menyampaikan pesan atau informasi-informasi
kesehatan.
e. Film strip juga dapat digunakan untuk menyampaikan
pesan-pesan kesehatan.
3. Media papan (bill board)
Yaitu Papan (billboard) yang dipasang di tempattempat
umum dapat dipakai dan diisi dengan pesan-pesan
atau informasi-informasi kesehatan. Media papan disini juga
mencakup pesan-pesan yang ditulis pada lembaran seng
yang ditempel pada kendaraan-kendaraan umum (bus dan
taksi).
II.3. Konsep Tanda Bahaya Kehamilan
II. 3.1. Pengertian tanda bahaya kehamilan
Tanda bahaya kehamilan adalah tanda -tanda yang
mengindikasikan adanya bahaya yang dapat terjadi selama
kehamilan/periode antenatal, yang apabila tidak dilaporkan atau
tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu
(Pusdiknakes,2003). Tanda – tanda bahaya kehamilan tersebut
antara lain :
1. Pendarahan Pervaginam
a. Keluar darah dari jalan lahir
21
Perdarahan vagina dalam kehamilan adalah jarang yang
normal. Pada masa awal sekali kehamilan, ibu mungkin
akan mengalami perdarahan yang sedikit atau spotting
disekitar waktu pertama haidnya. Perdarahan ini adalah
perdarahan implantasi, dan ini normal terjadi. Pada waktu
yang lain dalam kehamilan, perdarahan ringan mungkin
pertanda dari servik yang rapuh atau erosi. Perdarahan
semacam ini mungkin normal atau mungkin suatu tanda
adanya infeksi.
Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah
yang merah, perdarahan yang banyak, atau perdarahan
dengan nyeri. Perdarahan ini dapat berarti abortus,
kehamilan mola atau kehamilan ektopik. Pada kehamilan
lanjut, perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak,
dan kadang -kadang, tetapi tidak selalu, disertai dengan rasa
nyeri. Perdarahan semacam ini bisa berarti plasenta previa
atau abrupsio plasenta (Pusdiknakes, 2003).
b. Keluar air ketuban sebelum waktunya.
Yang dinamakan ketuban pecah dini adalah apabila
terjadi sebelum persalinan berlangsung yang disebabkan
karena berkurangnya kekuatan membran atau meningkatnya
tekanan intra uteri atau oleh kedua faktor tersebut, juga
karena adanya infeksi yang dapat berasal dari vagina dan
servik dan penilaiannya ditentukan dengan adanya cairan
22
ketuban di vagina. Penentuan cairan ketuban dapat
dilakukan dengan tes lakmus (nitrazin test) merah menjadi
biru (Saifuddin, 2002).
2. Kejang
Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya
keadaan dan terjadinya gejala -gejala sakit kepala, mual, nyeri
ulu hati sehingga muntah. Bila semakin berat, penglihatan
semakin kabur, kesadaran menurun kemudian kejang. Kejang
dalam kehamilan dapat merupakan gejala dari eklampsia
(Saifuddin, 2002).
3. Gerakan janin tidak ada atau kurang (minimal 3 kali dalam
1 jam)
Ibu mulai merasakan gerakan bayi selama bulan ke-5 atau
ke- 6. Beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih
awal. Jika bayi tidur gerakannya akan melemah. Bayi harus
bergerak paling sedikit 3 kali dalam 1 jam jika ibu berbaring
atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik
(Pusdiknakes, 2003).
4. Demam Tinggi
Ibu menderita demam dengan suhu tubuh >38ºC dalam
kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat
merupakan gejala adanya infeksi dalam kehamilan.Penanganan
demam antara lain dengan istirahat baring, mi num banyak dan
mengompres untuk menurunkan suhu (Saifuddin,2002).
23
Demam dapat disebabkan oleh infeksi dalam kehamilan
yaitu masuknya mikroorganisme pathogen ke dalam tubuh
wanita hamil yang kemudian menyebabkan timbulnya tanda
atau gejala –gejala penyakit. Pada infeksi berat dapat terjadi
demam dan gangguan fungsi organ vital. Infeksi dapat terjadi
selama kehamilan, persalinan dan masa nifas (Pusdiknakes,
2003).
5. Nyeri perut yang hebat
Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan
normal adalah tidak normal. Nyeri abdomen yang mungkin
menunjukkan masalah yang mengancam keselamatan jiwa
adalah yang hebat, menetap, dan tidak hilang setelah istirahat.
Hal ini bisa berarti appendiksitis, kehamilan ektopik, aborsi,
penyakit radang pelviks, persalinan pre term, gastritis, penyakit
kantong empedu, iritasi uterus, abrupsi placenta, infeksi saluran
kemih atau infeksi lainnya (Pusdiknakes, 2003).
6. Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan, dan seringkali
merupakan ketidaknyamanan yang no rmal dalam kehamilan.
Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius
adalah sakit kepala hebat yang menetap dan tidak hilang dengan
beristirahat. Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat
tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatannya
menjadi kabur atau berbayang. Sakit kepala yang hebat dalam
24
kehamilan adalah gejala dari pre-eklampsia (Pusdiknakes,
2003).
7. Muntah terus dan tidak bisa makan pada kehamilan muda
Mual dan muntah adalah gejala yang sering ditemukan pada
kehamilan trimester I. Mual biasa terjadi pada pagi hari, gejala
ini biasa terjadi 6 minggu setelah HPHT dan berlangsung
selama 10 minggu. Perasaan mual ini karena meningkatnya
kadar hormone estrogen dan HCG dalam serum. Mual dan
muntah yang sampai mengganggu aktifitas sehari -hari dan
keadaan umum menjadi lebih buruk, dinamakan Hiperemesis
Gravidarum (Wiknjosastro, 2002).
8. Selaput kelopak mata pucat (masalah Penglihatan)
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan
keadaan hemoglobin di bawah 11gr% pada trimester I dan III,
<10,5gr% pada trimester II. Nilai tersebut dan perbedaannya
dengan wanita tidak hamil terjadi hemodilusi, terutama pada
trimester II. Anemia dalam kehamilan disebabkan oleh
defisiensi besi dan perdarahan akut bahkan tak jarang keduanya
saling berinteraksi (Saifuddin,2002).
9. Bengkak pada muka dan tangan
Masalah serius jika pada muncul pada wajah dan tangan,
tidak hilang setelah istirahat, dan disertai dengan keluhan fisik
yang lain.
25
10. Nyeri abdomen yang hebat
Masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang
hebat,menetap dan tidak hilang setelah istirahat.
II.3. Kerangka Konsep
Ibu Hamil
Pengetahuan Ibu
Hamil tentang tanda
bahaya kehamilan
· Umur
· Pekerjaan
· Paritas
· Sumber
Informasi
· Pendidikan
Baik = 76%-100%
Cukup = 56%-75%
Kurang = <55%

About Mbah Yat

yatinem ibu 4 orang anak

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: