//
you're reading...
Tugas Kuliah

Tugas Praktek Kebidanan


BAB 3
TINJAUAN KASUS

Tinjauan Kasus ini adalah melaksanakan Proses Asuhan Keperawatan pada Bayi Ny. D dengan Post Asfiksi Berat di Ruang Neonatus Rumah Sakit Mardi Waluyo Blitar.
3.1 Pengkajian
Pengkajian dilaksanakan tanggal 22 November 2008 pukul 16.00
3.1.1 Data Subyektif
3.1.1.1 Biodata
1. Identitas bayi :
 Nama : Bayi D
 Tanggal Lahir : 21 November 2008, pukul 18.25
 Tempat Lahir : VK Rumah Sakit Mardi Waluyo Blitar
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Tanggal MRS : 21/11/2008
2. Identitas Ibu
 Nama : Ny D
 Umur : 24 tahun
 Agama : Islam
 Suku/bangsa : Jawa/Indonesia
 Pendidikan : SMP
 Alamat : Desa Tlogo RT 03 rw 02 Kanogoro Blitar.
3. Identitas ayah
 Nama : Tn E
 Umur : 30 Tahun
 Agama : Islam
 Suku / bangsa : Jawa / Indonesia
 Pendidikan : SMP
 Pekerjaan : Dagang
 Alamat : Desa Tlogo RT 03 rw 02 Kanogoro Blitar.
3.1.1.2 Riwayat Kesehatan Ibu
1. Riwayat Antenatal
Ini merupakan kelahiran anak kedua, hpht 11/02/2008, TP : 18/11/2008.
Ibu periksa selama kehamilan 6 x ,tidak ada keluhan di polindes.
Pergerakan anak dirasa pertama kali pada usia kehamilan 5 bulan, ibu mendapat TT : 1 X
2. Riwayat Natal
Tanggal 21/11/2008 jam 18.20 : ibu ingin merejan, dilakaukan pemeriksaan , pembukaan lengkap letak bokong , dilahirkan dengan manual aid.
Kriteria Menit ke 1 Menit ke 2
Denyut Jantung
Usaha bernafas
Tonus otot
Refleks
Warna kulit < 100 X per mnt
lambat tak teratur
Terkulai
Tdk ada.
Pucat < 100 x per mnt
Lambat tak teratur
Ditekuk
Tidak ada
Merah jambu
Jumlah 2 4

3.1.1.3 Riwayat Kesehatan Bayi
1. Riwayat post natal
Nilai apgar skore menit pertama 2 lima menit ke kedua 4 ,AS : 2-4 , BBL : 2000 grm, Panjang : 50 cm. Kaput succedaneum tidak ada.
2. Pola aktivitas
Gerak tangan dan kaki agat lemas , bayi menangis merintih, tidur 18-20 jam / hr. , tidur tidak mudah bangun walau bayi kencing dan berak.
3. Kebutuhan nutrisi
Bayi minum personde PASI 100 cc /hr. , infuse D10 % 12 tetes / mnt.
4. Pola eleminasi
BAB lemebek, frekuensi 1-2 per 24 jam.
BAK sering warna jernih.
3.1.2 Data Obyektif
3.1.2.1 Keadaan Umum
Bayi tampak lemah menangis dan merintih.
• Anemis (-)
• Ikterus (-)
• Cyanosis (-)
• Dyspnea (+) tidak teratur.
3.1.2.2 Tanda – tanda Vital
• Pernafasan 56 kali per menit
• Suhu : 36,7 Celsius.
3.1.2.3 Pemeriksaan Fisik
• Kulit : warna merah muda
• kepala : kaput succedaneum tidak ada, chepal haematom tidak ada.
• Mata : Perdarahan konjunctiva tidaka ada
• Hidung :
o Tidak ada kelainan
o Pernafasan cuping hidung tdk ada
o Dyspnea (+) tidak ada lendir di hidung
o Retensi (+) minimal.
• Mulut : bibir tidak pucat, cyanosis tidak ada, kelaianan tidak ada.
• Telingga : bentuk normal, tdk ada kelainan, tidak secret
• Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyoid
• Dada : tidak ada ronki tidak ada wising, simetris.
• Abdomen : simetris tidak kembung tidak ada pembesaran hepar.
• Genetalia : alat kelamin perempuan
• Anus : ada , tidak iritasi dan kelaian lain.
• Ekstremitas : gerak ekstremitas agak lemah , ektremitas atas terpasang infuse (tangan).
Refleks :
• moro : positip
• Sucking : posiitip
• Rooting : bayi malas mencari obyek yang ditempelkan dekat mulutnya.
• Genggam : Positip.
3.1.2.4 Pemeriksaan Penunjang
• HB : 13,8 gram %.
• Diagnosa : neonatus aterm BBLR, asfiksia, resiko infeksi
• Program terapi : infuse d 10 % 12 tetes / menit
• Cevatoxine : 2 kali 175 Mg
• Mekosin : 2 kali 10 mg
• O2 : sonde terbuka.
3.1.3 Analisa Data
No Data Dasar Kemungkinan penyebab masalah
1. 22/11/2008, 16.00
S = tidak ada
O = KU bayi lemah, terpasang infuse D 10% 12 kali / mnt.terpasang O2 nafas tidak teratur, cyanosis (-). BBLR
System respirasi belum sempurna Gangguan pemenuhan kebutuhan O2 sehubungan dengan kebutuhan post asfiksi.

2. S = umur kehamilan saat melahirkan 40-41 mgg.BBLR
O = Bayi dirawat dlm. Incubator , keadaan bayi lemah, suhu tubuh 36,7 C, BBL : 2000 gram. Penimbunan lemak dalam tubuh tipis
Resiko terjadinya hipotermi.

3. S = umur kehamilan saat melahirkan 40-41 mgg.BBLR
O = keadaan bayi lemah, suhu tubuh 36,7 C, BBL : 2000 gram. Peningkatan metabolisme tubuh Resiko terjadinya hipoglikemi

4. S = riwayat letak sungsang ketuban keruh
O = riwayat persalina dg versi ekstraksi manual aid, AS : 2-4 terpasang infuse, ditangan pemasangn infuse tidak push, rubor (min) , dolor(-) System imunitas yang belum sempurna Resiko terjadinya infeksi.
5. S = tdk ada.
O = gerak tangis lemah , umur 1 hari, BAB +, BAK +. BBL : 2000 gram, sekarang 2000 gram.
Minum personde, retensi (-) Refleks menghisap lemah Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi

6. S = Ibu mengatakan keadaan bayinya sekarang.
O = Bayi dirawat dlm incubator.Tidak ada kontak antara bayi dan ibu. Ibu hanya melihat. Perawatan intensif Gangguan hubungan inter personal antara ibu dan bayi

3.2.1 Prioritas Masalah
Dari analisa data didepan didapatkan berbagai masalah yang kemungkinan mungkin muncul sebagai diagnosa keperawatan. Dan dari diagnosa keperawatan kami menemukan prioritas masalah mulai dari yang mengancam kehidupan atau keselamatan pasien, yaitu :
a. Gangguan pemenuhan kebutuhan O2 sehubugan dengan post asifksia.
b. Resiko terjadinya hipotermi sehubungan dengan penimbunan lemak di kulit tipis.
c. Resiko terjadinya hipoglikemi sehubungan dengan peningkatan metabolisme tubuh.
d. Resiko terjadinya infeksi sehubungan dengan system imunitas yang belum sempurna.
e. Gangguan pemenuhan nutrisi sehubungan dengan refleks menghisap lemah.
f. Gangguan hubungan interpersonal antara ibu dan bayi sehubungan dengan bayi dirawat intensif.

About Mbah Yat

yatinem ibu 4 orang anak

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: