//
you're reading...
Kisah Inspirasi

Tentukan Target Menepis Dalih Intelegensi Anak


pantomim2

Semenjak aku kenal dunia internet, khayalanku melambung tinggi kelangit biru. Haparanku untuk menjadi orang yang lebih pintar memahami hidup semakin menggelora.

Walaupun mustinya aku tahu diri bahwa dunia maya adalah milik orang-orang yang telah benar-benar siap dengan segala ilmu yang didapatkan sebelumnya. Namun demikian laksana bayi yang baru lahir , aku jelajahi juga dunia remang-remang ini dengan segala resikonya. Modal saya hanya bisa menulis, bisa klik sana sini, membaca, menganalisa , mencoba dan terus mencoba.

Hasilnya … sampai detik ini ( 5 bulan yang lalu) aku coba evaluasi diri. Sudah ada kemajuankah ????

Yang jelas sejak aku kenal dengan dunia baru kini hidupku menjadi mendua. Hidup didunia nyata dalam bermsyarakat luas menjadi sedikit berkurang. Kebiasaan jalan-jalan muter-muter kampung menjadi jarang, kebiasaan burukku nggunjing sana-sini telah aku tinggalkan. Sekarang muncul harapan baru untuk menjadi lebih baik lewat peluang untuk bersama-sama mengais rejeki tambahan uang jajannya anak-anak di bisnis dunia lelembut / maya.

Ada sebuah kisah nyata yang membuat aku menjadi lebih hidup adalah : Ketika nilai raport cucuku jelek / kurang bagus. Dari sepuluh mata pelajaran , lima diantaranya merah semua (dibawah rata-rata kelas) . Ibunya marah-marah !!! Tdiak boleh main PS, tidak boleh main bola, tidak boleh drum band dan tidak boleh kemana-mana.

Aku jadi sedih … Lho kok jadi runyam begini ya … Lantas aku kali-klik di internet untuk mencari jawaban tentang , Apakah ada yang salah dengan cucuku??? Ternyata benar , kesalahan kami dalam mendidik anak adalah : memaksakan anak untuk mendapatkan nilai bagus !! Hingga hasilnya menjadi sebaliknya.

Hingga aku menemukan rumusan baru bahwa sukses seseorang bukanlah ditentukan oleh seberapa tinggi kemampuan akademisnya, melainkan ditentukan oleh minat antusianme dalam menanggapi suatu masalah. Jadi anak saya arahkan kepada

semangat, minat , kepercayaan diri yang terus aku hembuskan dalam setiap detik setiap saat hingga pikirannya menggiring intelegensinya menuju keberhasilan. Dalam peringati hari anak kemarin, dengan serta merta dia angkat tangan untuk mengikuti

lomba yang hamper semua teman-temanya tidak mau dan tidak mampu elakukannya. Yaitu LOMBA PANTOMIM tingkat kecamatan kota Blitar. Hasilnya di luar dugaan . Anak yang setiap harinya selalu melucu dikelas … kini dapat meraih juara satu .

Kesimpulannya adalah :

1. Jangan pernah meremehkan kemampuan anak.

2. Sikap, minat dan cara berfikir lebih penting dari pada kecerdasan anak.

3. Bahwa yang sebenarnya kemampuan berfikir realistis jauh lebih berharga daripada kemampuan untuk mengingat sebuah fakta-fakta.

About Mbah Yat

yatinem ibu 4 orang anak

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: